Connect us :

Phone: (024) 355-2555

UNAKI KESPRO REMAJA-STOP HIV/AIDS

Kespro Remaja, Stop HIV dan AIDS – Jadilah Remaja Bertanggung Jawab

SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa UNAKI yaitu UKM Bisnis dan FKI (Forum Komunikasi Islam) bekerja sama mengadakan seminar tentang Kespro Remaja Stop HIV/AIDS, kamis (7/1). UNAKI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan PILAR memberikan sosialisasi bagaimana bahaya HIV/AIDS. Bukan hanya mahasiswa UNAKI yang menjadi peserta seminar tapi juga UNAKI mengundang para siswa SMA dan SMK di Semarang, yang mendapat apresiasi dari sekolah-sekolah tersebut.

Acara yang dibuka oleh Deputi Rektor Bidang Kemahasiswaan dan IT  Suwarno, S.Si, M.Kom “Saat ini, pengetahuan mengetahui kesehatan reproduksi masih rendah dikalangan masyarakat luas terutama dikalangan remaja. Oleh karena itu, Universitas AKI melalui UKM Bisnis dan FKI melaksanakan kegiatan pendidikan kepada masyarakat dalam bentuk Seminar Kesehatan Reproduksi dengan tema ‘Kespro Remaja, Stop HIV dan AIDS, Jadilah Remaja Bertanggung Jawab’  maka dengan ucapan Basmalah saya buka acara ini.” Sambutnya

Apakah arti remaja ?

Serah Terima Piagam

Remaja adalah periode transisi dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa antara 10-24 tahun. Ciri-ciri perempuan dan laki-laki yang memasuki remaja adalah penuh emosi, labil, suka coba-coba, ingin cari tahu, susah diatur, susah mengendalikan diri, dan lain-lain.

Lalu, apa yang dimaksud dengan remaja bertanggung jawab ?

“Remaja yang bertanggung jawab adalah remaja yang bisa menjaga dirinya dari hal-hal negatif seperti narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas. Juga remaja yang bisa mempertanggung jawabkan kelakuannya.” Kata Rindia murid SMA Sultan Agung Semarang yang juga menjadi peserta seminar tersebut.

Menjadi seorang remaja harus bisa mengendalikan diri sendiri artinya kita harus bisa mengendalikan emosi kita. Menjadi seorang yang kritis, menerima keadaan fisik, bertanggung jawab dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan baik.

Kak Sebrina dari PILAR juga menjelaskan jika remaja saat ini pergaulannya kurang terkontrol. Artinya mereka tidak bisa membedakan bagaimana bergaul yang benar, yang akhirnya bisa menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan bebas. “Mereka tidak begitu memahami jika pergaulan bebas bisa menyebabkan mereka pada dampak yang negatif. Seperti hubungan seks bebas. Jika mereka melakukan hal tersebut maka mereka (remaja) bisa terjangkit HIV.”

Penyerahan Hadiah

Penyerahan Hadiah

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Jika itu terus terjadi maka kita akan terkena AIDS. HIV sendiri hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, cairan sperma, air susu ibu.

Cara penularan HIV/AIDS bisa melalui kontak seksual, transfusi darah yang terkontaminasi AIDS, penggunaan jarum suntik berulang, ibu hamil/menyusui yang terinfeksi HIV/AIDS bisa menurun ke bayinya.

Data dan fakta penderita HIV/AIDS pada remaja. 54,3% dari 17.000 orang (2009), 45,48% dari 24.131 orang (2010) yang terkena HIV adalah remaja. 800 ribu pelajar&mahasiswa menggunakan jarum suntik, 60% pengguna jarum suntik tekena HIV/AIDS.

Bagaimana hubungan remaja dengan kesehatan reproduksi ?

Kesehatan reproduksi adalah keadaan tercapainya kesejahteraan fisik, mental /emosional dan sosial secara menyeluruh dan bukan tidak adanya penyakit, dalam berbagai hal yang berkenaan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi dan seksualitas. Untuk itulah informasi Kesehatan Reproduksi menjadi salah satu kebutuhan remaja yang harus diberikan. hal ini diperlukan karena setiap remaja kelak akan berkeluarga dan bertanggung jawab.

Sayangnya banyak remaja yang hanya mengetahui seks yang berkaitan dengan reproduksi mereka, padahal kesehatan reproduksi

Panitia Seminar

Panitia Seminar

sangatlah penting. Apabila para remaja bisa menjaga kesehatan reproduksinya, tentunya akan berdampak baik bagi mereka. Karena tidak dipungkiri bahwa kesehatan reproduksi sangat penting bagi orang.

Lingkup kesehatan reproduksi mengenai alat kontrasepsi,vasectomy dan tubectomy, KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan), Aborsi, orientasi seksual, remaja, ISR, PMS, HIV/AIDS, dll.

Di Semarang, rata-rata kematian ibu disebabkan karena KTD. Oleh karena itu pengetahuan tentang reproduksi sangat diperlukan, terutama bagi remaja. Untuk itulah dibuat Hak Reproduksi yaitu hak untuk mendapatkan akses atas informasi dan cara yang dibutuhkan untuk melaksanakan pilihan sukarela dalam pembuatan keputusan tentang reproduksi dan seksualitas termasuk pembentukan keluarga dalam sebuah pernikahan.

Comments are closed.
error: Content is protected !!