Universitas AKI

News and Events

Mengekspresikan Diri Dengan Budaya Indonesia

16 November 2016 By In News and Event

 

       HIMAPSI Universitas AKI - Menilik tugas perkembangan remaja, yaitu mengembangkan konsep dan keterampilan yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat. Individu yang berada pada tahap remaja diharapkan mampu untuk menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan sosial. Hal tersebut tampak pada kehidupan organisasi di kampus, para remaja diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri sesuai minatnya namun dapat berguna bagi kehidupan sosial. Salah satu cara untuk mengekspresikan diri dengan melakukan kegiatan entertainment.
     Salah satu program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Fakultas Psikologi (HIMAPSI) Universitas AKI, yaitu mengadakan acara Culture Day, yang tujuannya sebagai ajang mahasiswa untuk belajar mengadakan acara yang bersifat menghibur. Di samping itu, Culture Day juga bertujuan untuk mengenalkan beragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Pada tanggal 16 Nopember 2016, HIMAPSI mengusung tema “No Galau with Karo”, mengajak penonton untuk mengenal Budaya Karo, baik dari segi bahasa, kuliner, music, objek wisata, pakaian adat, dan historis Budaya Karo.

       Acara dimulai dengan penyambutan khas Budaya Karo, kemudian dilanjutkan dengan Tari Roti Manis, yang merupakan Tarian Muda-mudi di Karo Tidak ketinggalan, pengisi acara melantunkan lagu-lagu khas Karo, antara lain O Taneh Karo, Family Taksi, dan Mejuah-Juah. Makanan khas Karo tidak lupa diperkenalkan, seperti Tasak Telu, Cimpa Unung-Unung, Cimpa Hekter, Arsik, dan Cipera. Pada akhir acara, panitia mengenalkan pakaian khas Karo. Selama 2 jam penuh, penonton diajak untuk melihat budaya-budaya dari Tanah Karo.
      Kegiatan Culture Day setiap tahunnya mengajak mahasiswa Psikologi khususnya untuk belajar berorganisasi, bagaimana menyusun sebuah acara hiburan. Di samping itu, mengajak untuk terus melestarikan budaya-budaya di Indonesia, karena acara entertainment saat ini yang bertemakan budaya masih jarang ditampilkan ke khalayak ramai.

Read 139 times Last modified on Monday, 24 June 2019 13:41